Pengertian, Prinsip, Tujuan, Jenis Destilasi beserta Contoh Soal dan Penjelasannya

Untuk postingan ini, saya akan mengupas materi tentang Destilasi. Mulai dari teori-teorinya, pengertian, prinsip, tujuan, hingga hal-hal seputar destilasi. Sebagai bonus saya juga akan menambahkan beberapa soal di akhir tulisan beserta jawabannya.
Pengertian, Prinsip, Tujuan, Tentang Destilasi beserta Contoh Soal

1. Pengertian Destilasi

Secara umum destilasi atau penyulingan berarti suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan titik didih (sesuai dengan hukum Raoult tentang penguapan campuran).
Prinsip destilasi, yaitu campuran zat dipanaskan hingga menguap, dan kemudian uap ini akan didinginkan kembali menjadi bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap terlebih dahulu. Titik didih suatu cairan adalah titik dimana tekanan uap sama dengan tekanan atmosfer.
Tujuan destilasi adalah untuk memurnikan zat cair berdasarkan perbedaan titik didihnya atau memisahkan cairan dari zat padat. Uap yang dilepaskan dari campuran dianggap sebagai uap bebas, kemudian menetes keluar sebagai destilat. Sedangkan bagian yang tidak menguap disebut residu. Jika yang ingin diambil adalah residu (bagian yang tidak menguap) artinya prosesnya disebut pengentalan/evaporasi.

2. Sejarah Destilasi

Distilasi pertama kali ditemukan oleh kimiawan yunani sekitar abad pertama  masehi yang  akhirnya  perkembangannya  dipicu  terutama  oleh  tingginya permintaanakan spritus Hypathia  dari  Alexandria  dipercaya  telah  menemukan rangkaian alat untuk distilasi dan Zosimus dari Alexandria-lah yang telah berhasil menggambarkan  secara  akurat  tentang  proses  distilasi  pada  sekitar  abad  ke-4.Bentuk modern distilasi pertama kali ditemukan oleh  ahli -  ahli kimia Islam pada masa kekhalifahan Abbasiah,  terutama  oleh  Al-Raazi  pada  pemisahan  alkohol menjadi  senyawa  yang  relative  murni  melalui  alat alembik ,  bahkan  desain  ini menjadi  semacam  inspirasi  yang  memungkinkan  rancangan  distilasi  skala mikro, The  Hickman  Stillhead   dapat  terwujud.  Tulisan  oleh Jabir  Ibnu Hayyan (721-815)  yang  lebih  dikenal  dengan  Ibnu  Jabir menyebutkan  tentang uap anggur yang  dapat  terbakar.  Ia  juga  telah  menemukan  banyak  peralatan  dan proses kimia yang bahkan masih banyak dipakaisampai saat kini. Kemudian teknik penyulingan diuraikan dengan jelas oleh Al-Kindi (801 - 873).Salah satu penerapan terpenting dari metode distilasi adalah pemisahan minyak mentah menjadi bagianbagian  untuk  penggunaan  khusus  seperti  untuk  transportasi,  pembangkit  listrik, pemanas,  dan  lain-lain.  Udara  didistilasi  menjadi  komponen-komponen  seperti oksigen  untuk  penggunaan  medis  dan  helium  pengisi  balon  Distilasi  telah digunakan sejak lama untuk pemekatan alkohol dengan penerapan panas terhadap larutan hasil fermentasi untuk menhasilkan minuman suling B.

3. Macam-macam destilasi

Ada  4  jenis  distilasi  yang  akan  dibahas  disini,  yaitu  distilasi sederhana,  distilasi  fraksionasi,  distilasi  uap,  dan  distilasi  vakum.  Selain  itu  ada pula distilasi  ekstraktif   dan  distilasi  azeotropic homogenous,  distilasi  dengan menggunakan garam berion, distilasi pressure-swing, serta distilasi reaktif

A. Distilasi Sederhana

Pada  distilasi  sederhana,  dasar  pemisahannya  adalah  perbedaan  titik  didih yang  jauh atau  dengan  salah  satu  komponen  bersifat volatil.Jika  campuran dipanaskan maka komponen yang titik didihnya lebih rendah akan menguap lebih dulu. Selain perbedaan titik didih, juga perbedaan kevolatilan,yaitu kecenderungan sebuah substansi untuk menjadi gas. Distilasi ini dilakukan pada tekanan  atmosfer. Aplikasi  distilasi  sederhana  digunakan  untuk  memisahkan  campuran  air  dan alkohol

B. Distilasi Fraksionisasi

Fungsi  distilasi  fraksionasi  adalah  memisahkan  komponen-komponen cair, dua atau lebih, dari suatu larutan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Distilasi ini juga  dapat digunakan untuk campuran dengan perbedaan titik didih kurang dari 20 °C  dan  bekerja  pada tekanan  atmosfer atau  dengan  tekanan  rendah.  Aplikasi  dari distilasi jenis  ini  digunakan  pada  industri minyak  mentah,untuk  memisahkan komponen- komponen dalam minyak mentah. Perbedaan distilasi fraksionasi dan distilasi sederhana adalah adanya  kolom fraksionasi.  Dikolom  ini  terjadi  pemanasan  secara  bertahap  dengan suhu yang berbeda-beda  pada  setiap  platnya.  Pemanasan  yang  berbeda-beda  ini  bertujuan untuk pemurnian distilat yang  lebih  dari  plat-plat  di  bawahnya.  Semakin  ke  atas, semakin tidak volatil cairannya.

C. Distilasi Uap

Distilasi uap digunakan  pada  campuran  senyawa-senyawa  yang memiliki titik   didih mencapai 200 °c atau lebih.  Distilasi  uap dapat menguapkan senyawa-senyawaini  dengan  suhu  mendekati  100  °c  dalam tekanan atmosfer dengan menggunakan  uap atau air mendidih.  Sifat  yang fundamental dari distilasi uap adalah dapat mendistilasicampuran senyawa di bawah titik didih dari masing-masing  senyawa  campurannya.  Selain  itu  distilasi  uap  dapat  digunakan untuk  campuran  yang  tidak  larut  dalam air di  semua  temperatur,  tapi  dapat didistilasi dengan air. Aplikasi dari distilasi uap adalahuntuk mengekstrak beberapa produk alam seperti minyak eucalyptus dari eucalyptus,   minyak sitrus dari lemon atau jeruk, dan untuk ekstraksi minyak parfum daritumbuhan.campuran dipanaskan melalui uap  air yang  dialirkan  ke  dalam  campuran  dan  mungkin  ditambah  juga dengan pemanasan. Uap dari campuran akan naik ke atasmenuju ke kondensor dan akhirnya masuk ke labu distilat.

D. Distilasi Vakum

Distilasi  vakum  biasanya  digunakan  jika  senyawa  yang  ingin  didistilasi tidak stabil,  dengan pengertian dapat terdekomposisi sebelum atau mendekati titik didihnya atau campuran yang memiliki titik didih di atas 150 °C. Metode distilasi ini  tidak dapat  digunakan  pada  pelarut  dengan  titik  didih  yang  rendah jika kondensornya   menggunakan  air  dingin,  karena  komponen  yang  menguap tidak  dapat  dikondensasioleh  air.  Untuk  mengurangi  tekanan  digunakan  pompa vakum  atau aspirator.  Aspirator berfungsi  sebagai  penurun  tekanan  pada  sistem distilasi ini.

3. Faktor yang berpengaruh pada destilasi

Faktor-faktor yang mempengaruhi destilasi diantaranya yaitu suhu atau pemanasan, tekanan, kelelahan alat, kesalahan kalibrasi dan lain-lain. Faktor yang paling berpengaruh dalam proses destilasi adalah suhu atau pemanasan. Jika pemanasan terlalu besar dikhawatirkan akan terjadi flooding (banjir). Ciri dari flooding itu sendiri adalah tertahannya cairan di atas kolom, pada saat terjadi flooding transfer massa yang dihasilkan tidak maksimal.
Ketika terjadi flooding, cairan tidak dapat mengalir ke bawah lagi, tetapi akan terakumulasi atau bahkan dapat ikut terbawa ke atas oleh uap, sehingga proses destilasi harus segera dihentikan.
Apabila pemanasan terlalu besar, dikhawatirkan juga cairan akan menguap semuanya sehingga pemisahan tidak optimal.
Apabila pemanasan kecil, proses pemisahan akan berlangsung lama, akan tetapi hasil atau konsentrasi yang diperoleh akan lebih baik dan mendekati sempurna dikarenakan proses pemisahan dan pendinginan berlangsung sempurna. Hubungan antara konsentrasi dengan besarnya pemanasan yaitu apabila proses pemanasan terlalu tinggi, proses destilasi akan berlangsung sangat cepat dan konsestrasi etanol yang didapatkan kecil karena air ikut terbawa ke atas dan terembunkan di dalam kondensor dan ikut keluar menjadi destilat.

4. Komponen destilasi

Labu destilasi – Berfungsi sebagai wadah atau tempat suatu campuran zat cair yang akan didestilasi.
Steel Head – berfungsi sebagai penyalur uap atau gas yang akan masuk ke alat pendingin (kondensor).
Thermometer – biasanya digunakan untuk mengukur suhu uap zat cair yang didestilasi selama proses destilasi berlangsung.
Kondensor – fungsinya  untuk aliran uap hasil reaksi dan untuk aliran air keran.
Labu didih – berfungsi untuk sebagai wadah sampel. Contohnya untuk memisahkan alkohol dan air.
Pipa dalam  pipa destilasi.
Adaptor – Berfungsi untuk menyalurkan hasil destilasi yang sudah terkondisi untuk disalurkan ke penampung yang telah tersedia.
Mantel – berfungsi untuk memanaskan bahan di dalamnya.

5. Contoh Soal dan Pembahasan

Sampailah di penghujung ulasan tentang destilasi. Kali ini saya ingin memberikan 5 contoh soal seputar destilasi. Ya buat iseng-iseng aja mengecek seberapa paham kamu tentang destilasi ini. Langsung saja ke soal berikut

1. Jelaskan pengertian, prinsip, dan tujuan destilasi!
2. Jelaskan fungsi penambahan batu didih!
3. Jelaskan mengapa pada saat destilasi air dalam kondensor dialirkan dari bawah ke atas!
4. Apa itu titik didih?
5. Bagaimana kita tahu bahwa destilasi telah selesai?
Sudah dijawab? Silakan jawab dulu. Silakan simpan alamat ini. Minggu depan saya update jawabannya!

Sumber :
1. polsri.ac.id
2. Pemahaman sewaktu kuliah

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian, Prinsip, Tujuan, Jenis Destilasi beserta Contoh Soal dan Penjelasannya"

Posting Komentar