[Praktikum] Pengertian, Fungsi, dan Pengenalan Alat Laboratorium Lengkap

Pengertian Kimia

Kimia (dari bahasa Arab transliterasi: kimiya = perubahan benda/zat atau bahasa Yunani: χημεία, transliterasi: khemeia) adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya ditentukan oleh struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan oleh gaya antaratom dan ikatan kimia. Kimia adalah ilmu yang mempelajari komposisi dan sifat suatu benda  serta perubahan dan pembentukan suatu zat itu. Benda juga di sebut dengan materi yaitu segala sesuatu yang memiliki masa dan memiliki ruang (Muchtaridi, Justiana, 2006).

Pengertian dan Fungsi Laboratorium

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

“Laboratorium adalah tempat atau kamar dan sebagainya tertentu yang dilengkapi dengan peralatan untuk mengadakan percobaan (penyelidikan dan sebagainya)."

Menurut Oxford English Dictionary

Laboratorium adalah ruang atau bangunan yang dilengkapi dengan peralatan untuk melakukan percobaan ilmiah, penelitian, praktek pembelajaran, atau pembuatan obat-obatan dan bahan-bahan kimia.

Menurut PERMENPAN No. 3 Tahun 2010

Laboratorium adalah unit penunjang akademik pada lembaga pendidikan, berupa ruangan tertutup atau terbuka, bersifat permanen atau bergerak, dikelola secara sistematis untuk kegiatan pengujian, kalibrasi, dan/atau produksi dalam skala terbatas, dengan menggunakan peralatan dan bahan berdasarkan metode keilmuan tertentu, dalam rangka pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan/atau pengabdian kepada masyarakat.

Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa laboratorium (disingkat lab) adalah suatu bangunan yang di dalamnya dilengkapi dengan peralatan dan bahan-bahan berdasarkan metode keilmuan tertentu untuk melakukan percobaan ilmiah, penelitian, praktek pembelajaran, kegiatan pengujian, kalibrasi, dan/atau produksi bahan tertentu.

Laboratorium dibedakan sesuai bidang keilmuan yang dipelajari, misalnya laboratorium kimia yang berkecimpung dalam bidang ilmu kimia. Laboratorium kimia terbagi lebih spesifik lagi seperti laboratorium kimia fisika, laboratorium kimia organik, laboratorium kimia anorganik, laboratorium kimia analitik, laboratorium biokimia, laboratorium kimia instrumen, dsb.

Fungsi Laboratorium

1. Laboratorium sebagai prasarana pendidikan atau media dalam proses pembelajaran

Laboratorium memiliki fungsi sebagai prasarana karena berupa suatu tempat yang digunakan untuk melakukan proses pembelajaran, selain tempat di dalamnya juga dilengkapi alat-alat beserta perlengkapan yang difungsikan untuk menjalankan proses pembelajaran

2. Laboratorium sebagai sumber pembelajaran

Banyak hal yang dilakukan di laboratorium, diantaranya untuk melakukan pemecahan masalah, serta mencari kebenaran ilmiah. Maka laboratorium memiliki fungsi sebagai sumber pembelajaran bagi para peneliti.

3. Laboratorium sebagai metode pembelajaran

Laboratorium berfungsi untuk melakukan metode pembelajaran baik itu metode percobaan maupun pengamatan.

Karakteristik Bahan-Bahan Kimia

Bahan yang digunakan dalam kegiatan praktik di laboratorium Kimia merupakan bahan kimia yang memiliki karakteristik masing-masing. Karakteristik bahan kimia bermacam-macam, ada 9 karakteristik yang biasa digunakan sebagai penanda bahan kimia, yaitu Toxic, Corrosive, Flammable, Explosive, Oxidation, Reaktif terhadap Asam, Reaktif terhadap Air, Gas Bertekanan, Radioktive.

Bahan kimia yang mudah terbakar (flammable) contohnya pelarut organik volatil : etanol, metanol, benzena, n-heksan.

Bahan kimia yang mudah meledak (explosive) contohnya Dinitrobenzen, Trinitrobenzen, Mononitrotoluen (MNT), Dinitrotoluen (DNT), Trinitrotoulen (TNT).

Bahan korosif (corrosive) contohnya asam kuat seperti asam sulfat, asam klorida, fenol.

Bahan kimia beracun (toxic) banyak sekali, namun memiliki kadar maksimal paparan masing-masing yang berbeda, contoh bahan kimia beracun dengan kadar maksimal paparannya sangat kecil antara lain sianida, arsenik.

Alat-alat Laboratorium dan Fungsinya
1. Labu Ukur
1. Labu Ukur

Fungsi: Menampung dan mencampur larutan kimia. Selain itu juga untuk membuat dan mengencerkan larutan dengan ketelitian yang tinggi.

2. Tabung Reaksi
2. Tabung Reaksi
Fungsi : Menampung larutan dalam jumlah yang sedikit dan mereaksikan dua atau lebih zat.

3. Gelas Beaker
 3. Gelas Beaker

Fungsi : Menampung bahan kimia atau larutan dalam jumlah yang banyak.

4. Gelas Ukur
4. Gelas Ukur
Fungsi : Untuk mengukur volume larutan. Namun pada saat melakukan praktikum dengan ketelitian tinggi tidak diperkenakan untuk menggunakan gelas ukur. Pengukuran dengan ketelitian tinggi dilakukan menggunakan pipet volume.

5. Pipet Ukur
 5. Pipet Ukur
Fungsi : Mengukur  volume larutan.

6. Penjepit Tabung Reaksi
6. Penjepit Tabung Reaksi
Fungsi : Menjepit tabung reaksi selama melakukan proses pemanasan

7. Pipet Tetes
7. Pipet Tetes
Fungsi : Memindahkan beberapa tetes zat cair.

8. Mortar dan Alu
8. Mortar dan Alu
Fungsi : Menggerus dan menghaluskan suatu zat yang berbentuk padat atau kristal.

9. Botol Semprot
9. Botol Semprot
Fungsi : Menyimpan aquades dan digunakan untuk mencuci atau membilas alat-alat dan bahan.

10. Cawan Porselin
10. Cawan Porselin
Fungsi : Wadah untuk mereaksikan atau mengubah suatu zat pada suhu tinggi

11. Kawat Nikrom/ose
Kawat Nikrom
Fungsi : Mengidentifikasi suatu zat dengan cara uji nyala

12. Erlenmeyer
12. Erlenmeyer
Fungsi : Menyimpan dan memanaskan larutan dan menampung filtrate hasil penyaringan.

13. Pembakar Spirtus
 13. Pembakar Spirtus
Fungsi : Membakar zat atau memanaskan larutan dan dapat pula digunakan sebagai strelisasi suatu proses.

14. Batang Pengaduk
14. Batang Pengaduk
Fungsi : Mengaduk larutan

15. Kaca Arloji
15. Kaca Arloji
Fungsi : Penutup gelas kimia. Juga dapat sebagai tempat menimbang bahan

16. Klem
16. Klem
Fungsi : Memegang corong dan buret yang digunakan untuk titrasi

17. Statif
Statif
Fungsi : Bersama klem untuk menegakkkan corong dan buret

18. Kertas saring
Kertas saring
Fungsi : Menyaring larutan

19. Rak Tabung Reaksi
Rak Tabung Reaksi
Fungsi : Selain sebagai tempat tabung reaksi, biasanya digunakan pada saat melakukan percobaan yang membutuhkan banyak tabung reaksi. Namun dalam mereaksikan zat yang menggunakan tabung reaksi sebaiknya menggunakan rak tabung reaksi demi keamanan diri sendiri maupun orang lain.

20. Bola Hisap
bola hisap
Fungsi : Menghisap larutan yang akan diukur dari botol larutan. Untuk larutan selain air sebaiknya digunakan karet pengisat yang telah disambungkan pada pipet ukur.

21. Corong Gelas
Corong Gelas
Fungsi : Corong gelas dibagi menjadi dua jenis yakni corong yang menggunakan karet atau plastik dan corong yang menggunakan gelas. Corong digunakan untuk memasukan atau memindah larutan ai satu tempat ke tempat lain dan digunakan pula untuk proses penyaringan setelah diberi kertas saing pada bagian atas.

22. Corong Buchner
Corong Buchner
Fungsi : Menyaring larutan dengan bantuan vakum.

23. Kawat kasa
Kawat kasa
Fungsi : Sebagai alas atau untuk menahan labu atau beaker pada waktu pemanasan menggunakan pemanas spiritus atau bunsen

24. Buret
Buret
Fungsi : Mengeluarkan larutan dengan volume tertentu. Juga digunakan sebagai titrasi, tapi pada keadaan tertentu dapat pula digunakan untuk mengukur volume suatu larutan.

25. Pipet gondok
Pipet gondok
Fungsi : Dipakai untuk mengambil larutan dengan volume tertentu sesuai dengan label yang tertera pada bagian pada bagian yang menggembung.

26. Plat Tetes
plat tetes\
Fungsi : Tempat untuk mereaksikan zat dalam jumlah kecil.

27. Lemari Asam
lemari asam
Fungsi : Menyimpan larutan yang bersifat asam, mereaksikan asam

28. Oven
oven
Fungsi : Mengeringkan peralatan yang akan digunakan. Selain itu sebagai pemanas pada suhu tinggi.

29. Neraca
neraca
Fungsi : Mengukur jumlah zat yang diperlukan

30. Bunsen
bunsen
Fungsi : Keperluan penggunaan api. Selain itu juga digunakan sebagai sterilasi dalam suatu proses.

31. Kertas indikator
kertas indikator
Fungsi : Menentukan pH / mengindentifikasi keasaman larutan/zat

32. Centrifuge
centrifuge
Fungsi : Memisahkan dan mengendapkan padatan dari larutan

32. Eksikator
desikator eksikator
Fungsi : Mendinginkan zat serta menjaga agar tidak terpapar uap air

33. Corong Pisah
corong pisah
Fungsi : Memisahkan larutan dan gas

34 . Mikropipet
mikropipet
Fungsi : Memindahkan cairan dengan volume yang sangat kecil

35. Tanur
tanur
Fungsi : Tempat fermentasi dan menumbuhkan media pada pengujian secara mikrobiologi.

Subscribe to receive free email updates:

3 Responses to "[Praktikum] Pengertian, Fungsi, dan Pengenalan Alat Laboratorium Lengkap"

  1. Akan sangat bermanfaat bagi yg ingin menambah ilmu. Smoga diikuti, dilengkapi dan disempurnakan lagi oleh ilmuwan yg berkompeten lainnya demi kemajuan khususnya bangsa Indonesia !!

    BalasHapus
  2. Hai gam, boleh minta referensi nya ga gan???

    BalasHapus