Apa itu Kimia? - Definisi, Sejarah, Cabang, Hal yang dipelajari -

Dikenal sebagai ilmu sentral, kimia merupakan bagian yang melengkapi pemahaman kita tentang dunia alam di sekitar kita. Dalam artikel ini, Anda akan diperkenalkan pada kimia, anda akan belajar tentang kimia mulai dari definisi, sejarah, cabang-cabang dalam kimia dan hal apa saja yang dipelajari di kimia.

Apa itu Kimia?

Ketika Anda mendengar kata 'kimia', ada kemungkinan gambar-gambar tertentu muncul di benak anda misalnya ilmuwan yang mencampurkan cairan aneh di laboratorium, dengan berbagai tabung reaksi, atau sedikit ledakan yang menimbulkan asap.

Kenyataannya, kimia lebih dari sekedar hal-hal itu! Bahkan, kimia dikenal sebagai ilmu sentral karena menyentuh semua ilmu alam lainnya, seperti biologi, fisika, geologi, dan banyak lagi.

Kimia adalah ilmu tentang sifat dan interaksi antara materi dan energi. Dengan kata lain, kimia adalah  ilmu yang mempelajari tentang sebuah peristiwa atau fenomena yang terjadi di alam, karena kita tahu alam itu terdiri dari materi dan energi.

Lebih spesifiknya, kimia adalah ilmu mempelajari tentang materi, sifat, karakteristik, dan perubahan yang menyertainya.

Materi adalah hal yang sangat penting di alam, kita tahu bahwa materi adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Pada dasarnya, semua 'benda' yang membentuk dunia kita adalah materi!

Sejarah Kimia

Pemahaman Anda tentang kimia mungkin cukup modern, - karena zaman sekarang alat beserta bahan kimia cukup canggih - , tetapi "kimia" sendiri sebenarnya ilmu yang sudah ada sejak lama. Awal mula kimia dianggap sejak dari zaman kuno dan digambarkan berasal dari alkemis. Mereka melakukan eksperimen dan mencatat hasil mereka, yang merupakan kunci dalam mengkaji ilmu sains.

Meskipun tidak selalu dianggap sebagai ilmu formal, kimia telah dilakukan sepanjang sejarah manusia. Orang-orang telah memfermentasi makanan dan minuman selama berabad-abad. Ekstraksi logam dari bijih adalah bentuk lain dari kimia, seperti membuat kaca, sabun, dan mengekstraksi komponen tanaman untuk tujuan pengobatan. Para arkeolog menemukan tembikar di tempat penggalian mereka, dan pot dan glasir yang digunakan untuk melindungi mereka berasal dari pengetahuan tentang kimia juga.

Jadi sebenernya kimia itu ilmu yang sudah ada sejak dulu, namun untuk masa sekarang lebih diperdalam dan difokuskan pada cabang-cabang tertentu.

Cabang-cabang Kimia

Seperti yang tadi dijelaskan, bahwa kimia itu sendiri memiliki definisi yang luas. Sedangkan karena pemahaman tentang kimia sangat penting dalam banyak bidang ilmiah lainnya, terbentuklah beberapa cabang kimia yang ada. Bahkan, karena kimia sangat sering dipelajari sehingga para ilmuwan membuat bidang kajian mereka sendiri.

Penjelasan serta daftar lengkap dari berbagai cabang kimia itu sangatlah banyak, akan melelahkan jika semuanya dibahas dan dipelajari di artikel ini. Jadi mari kita fokuskan saja pada beberapa cabang yang utama. Supaya dapat memberikan gambaran tentang bagaimana kimia memainkan peran sebagai ilmu alam.

Ada lima cabang utama kimia, yang masing-masing memiliki banyak cabang bidang studi lagi.
Ada juga bidang studi yang merupakan kombinasi dari cabang utama.

1. Kimia Analitik : Kimia analitik merupakan cabang ilmu kimia yang mengkaji tentang analisis zat atau senyawa, baik secara kualitatif ataupun kuantitatif,  yang meliputi sampling, penyiapan sample siap ukur, pengukuran, pemisahan, peralatan untuk keperluan pengukuran dan lain-lain.

2. Kimia Fisik : Kimia fisik menggabungkan kimia dengan fisika. Kimia fisik merupakan cabang ilmu yang mempelajari bagaimana materi dan energi berinteraksi. Termodinamika dan mekanika kuantum adalah dua cabang penting kimia fisik. Kimia fisik merupakan cabang ilmu kimia yang mempelajari struktur, sifat, serta perubahan kimia suatu zat serta perubahan energi yang menyertai perubahan kimia tersebut.

3. Kimia Organik : Kimia organik secara khusus mempelajari senyawa yang mengandung unsur karbon. Karbon memiliki banyak sifat unik yang memungkinkannya membentuk ikatan kimia kompleks dan molekul yang sangat besar. Kimia organik dikenal sebagai “Kimia Kehidupan” karena semua molekul yang membentuk jaringan hidup mengandung karbon sebagai bagian dalam pembentukkannya.

4. Kimia Anorganik : kimia anorganik meliputi mempelajari semua bahan yang tidak organik dan disebut sebagai zat tak-hidup. Materi pelajaran kimia anorganik contohnya membahas logam dan gas yang tidak mengandung ikatan karbon-hidrogen (CH).

5. Biokimia : biokimia adalah ilmu yang mempelajari proses kimia yang terjadi di dalam organisme hidup.

Dari kelima cabang kimia utama tersebut, munculah berbagai bidang kimia lainnya yang merupakan turunan dari cabang tersebut atau bisa juga kombinasi dari berbagai cabang tersebut.
Beberapa bidang kimia lainnya adalah
  • Enzimologi (studi tentang enzim)
  • Endokrinologi (studi tentang hormon)
  • Biokimia klinik (studi tentang penyakit)
  • Biokimia molekuler (studi biomolekul dan fungsinya)
  • Kimia bioanorganik (studi peran logam dalam biologi)
  • Kimia koordinasi (studi senyawa koordinasi dan interaksi ligan)
  • Geokimia (studi komposisi kimia bumi, batuan, mineral & atmosfer)
  • Teknologi anorganik (sintesis senyawa anorganik baru)
  • Kimia nuklir (studi bahan radioaktif)
  • Kimia organologam (studi bahan kimia yang mengandung ikatan antara logam dan karbon – tumpangsuh dengan kimia organik)
  • Kimia padatan / kimia material (studi pembentukan, struktur, dan karakteristik material fasa padat)
  • Kimia anorganik sintesis (studi sintesis bahan kimia)
  • Kimia anorganik industrial (studi material yang digunakan dalam industri. Contoh: pupuk)
  • Stereokimia (studi struktur molekul 3-dimensi)
  • Kimia medisinal (berurusan dengan perancangan, pengembangan dan sintesis obat-obatan farmasi)
  • Kimia organologam (studi bahan kimia yang mengandung ikatan antra karbon dan logam)
  • Kimia organik fisik (studi struktur dan reaktivitas dalam molekul organik)
  • Kimia polimer (studi komposisi dan pembentukan molekul polimer)
  • Kimia Pangan (mempelajari tentang pangan : karbohidrat, lipid, protein)
  • Elektrokimia (studi interaksi atom, molekul, ion dan arus listrik)
  • Fotokimia (studi efek kimia cahaya; reaksi fotokimia)
  • Kimia permukaan (studi reaksi kimia pada permukaan)
  • Kinetika kimia (studi laju reaksi kimia)
  • Termodinamika/termokimia (studi hubungan panas dengan perubahan kimia)
  • Mekanika kuantum/kimia kuantum (studi mekanika kuantum dan hubungannya dengan fenomena kimia)
  • Spektroskopi (studi spektrum cahaya atau radiasi)
  • dan lain sebagainya

Hal yang dipelajari

Dalam ilmu kimia, hal dasar yang dipelajari adalah atom beserta interaksinya, yang merupakan pondasi dasar materi.

Hal yang juga dipelajari adalah partikel subatom, yang lebih kecil dari atom, diantaranya seperti proton, neutron, dan elektron.

Kenapa? Karena segala sesuatu di Bumi terbuat dari materi, dan materi terbuat dari atom, maka dari itu atom merupakan hal utama yang menjadi dasar belajar dalam kimia.

Hal lain yang dipelajari adalah yang berkaitan dengan atom itu sendiri, misalnya unsur, senyawa, ion, molekul, mol dan jumlah zat, ikatan, reaksi, dan lain sebagainya.

Demikian artikel ini semoga cukup lengkap dalam menjawab pertanyaan anda tentang kimia. Semoga bermanfaat!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apa itu Kimia? - Definisi, Sejarah, Cabang, Hal yang dipelajari -"

Posting Komentar